Tanggal Hari Ini : 19 Nov 2017 Login - Daftar
 
Profil | Info Usaha | Peluang Usaha | Entrepreneurship | Strategi Usaha | Keuangan | Profil Sukses | Jadwal Seminar
WaralabaInfo ProductBisnis OnlineIde BisnisInformasi Kumpulan Usaha MemberPendaftaran memberForum WirausahaMerchandiseInfo Iklan
 
SLAMET RIYADI : RAJA TINTA PILKADA
Senin, 17 Oktober 2011 14:25 WIB
Administrator



BERITA TERKAIT

Zaman selalu melahirkan anak-anaknya. Zaman juga melahirkan pengusaha. Krisis ekonomi yang terjadi awal tahun 1997 hingga 2000 setidaknya telah melahirkan zaman baru, dimana terlahir banyak pengusaha mikro, kecil dan menengah dengan beragam produk dan usaha.

Mereka, para pengusaha baru tersebut, terlahir karena kondisi yang memaksanya untuk berubah, menjadi manusia yang tetap eksis atau tergilas zaman.

Zaman demokrasi baru, yang melahirkan system pemilihan umum secara langsung, baik memilih wakil rakyat, pemilihan presiden (Pilpres) hingga pemilihan kepala daerah (Pilkada) telah melahirkan peluang bisnis yang prospektif, dan melahirkan pewirausaha-pewirausaha baru di berbagai bidang, antara lain di bisnis percetakan, merchandise, industry periklanan, sablon kaos, hingga atribut kampanye lainnya dengan volume bisnis mencapai triliunan rupiah.

Begitu juga dengan Slamet Riyadi (45), yang terlahir menjadi Raja Tinta Pilkada sejak tahun 2005 lalu.

Bertemu Bisnis yang Tepat 

Sejarah lelaki kelahiran Banyuwangi,  Jawa Timur ini usai lulus kuah di Fakultas Teknik jurusan Teknik Kimia Indutri, sama seperti sarjana baru lainnya.  Usai lulus ia langsung mencari kerja. Tahun 1994 ia bekerja di PT Indorayon, Pulp anda Paper sebagai technical analisis untuk anti form pemutih kertas hingga tahun 1996. Tahun berikutnya ia diterima sebagai manager produksi untuk bleaching eart untuk industry perminyakan di PT Indokor Indonesia, selama hampir enam tahun lamanya, kemudian pindah ke sebuah perusahaan multinasional asal Kanada, juga di bidang yang sama.

Saat itu, krisis ekonomi tengah hebat-hebatnya, yang juga berpengaruh terhadap tempat ia bekerja. Ia akhirnya berhenti, dan memilih menjadi pekerja serabutan dan mencoba menjadi pewirausaha. Salah satu bisnis yang pernah ia geluti adalah bisnis ikan hias. Meski prospeknya  bagus, namun ia merasa di dunia yang berbeda dengan bisnis yang digelutinya. Bisnis ikan hiaspun akhirnya ia tinggalkan.

 Awal tahun 2004, saat Pemilu dan Pilpres berlangsung, seorang kenalannya memiliki perusahaan yang menang tender sebagai penyedia tinta pemilu oleh Komisi Pemilihan Umum. Di perusahaan tersebut ia diminta sebagai konsultan,  sekaligus sebagai formulator tinta di perusahaan tersebut.

Dengan basis keilmuan sebagai sarjana teknik kimia, pembuatan formula tinta yang dibuat Slamet ternyata telah memiliki kualitas yang disyaratkan, serta kualitas yang tidak kalah dengan produk-produk dari Jerman,  India, Korea, bahkan China sekalipun. Usai Pilpres 2004, gawe Pemilihan Kepala Daerah di Indonesia ternyata berlanjut, dengan kebutuhan mencapai 1 juta botol tinta untuk seluruh wilayah Indonesia, yang harus dikerjakan dalam waktu yang relative singkat dan harus didistribusikan ke berbagai daerah di seluruh Indonesia.

Tahun 2005 ketika kebutuhan tinta semakin meningkat untuk karena adanya Pilkada ia memberanikan diri membuka CV Kharisma Chemindo, dan mengikuti tender pengadaan tinta pilkada yang diadakan oleh KPUD di berbagai kabupaten di Indonesia.

Dengan keahlian dan kemampuannya membuat formula tinta, ia meneng tender berkali-kali di berbagai daerah, dan ia dikenal sebagai Raja Tinta Pilkada di Indonesia dengan omzet mencapai miliaran rupiah.

Slamet tidak hanya membuat tinta untuk penanda jari para peserta pemilu, tetapi juga memproduksi tinta whiteboard, tinta stempel, dan juga memproduksi berbagai produk untuk keperluan rumah tangga seperti sabun cuci cair, sabun mandi cair, shampo, cleaner untuk lantai dan toilet, serta berbagai kebutuhan rumah tangga lainnya.

Selama masih berkaitan dengan formula kimia, Slamet sanggup menciptakan produk-produk yang dapat dijual ke pasaran dengan harga sangat bersaing dan istimewa. Salah satu produknya yang kini dikenal oleh para pengelola pendidikan adalah penyediaan spidol white board isi ulang, serta tinta printer isi ulang yang kini merajai pasar ritel di Jabotabek. Ia berharap dapat membantu masyarakat mengajarkan formula dan pembuatan produk-produk tersebut sehingga  dapat dijadikan bekal berwirausaha.

comments powered by Disqus
 


Terbaru
Terpopuler
Terkomentari