Tanggal Hari Ini : 21 Sep 2017 Login - Daftar
 
Profil | Info Usaha | Peluang Usaha | Entrepreneurship | Strategi Usaha | Keuangan | Profil Sukses | Jadwal Seminar
WaralabaInfo ProductBisnis OnlineIde BisnisInformasi Kumpulan Usaha MemberPendaftaran memberForum WirausahaMerchandiseInfo Iklan
 
Kebab, Makanan Ringan yang Berat
Kamis, 20 Oktober 2011 10:41 WIB
Administrator



BERITA TERKAIT

Tidak disangsikan lagi, kebab telah menjelma menjadi jenis makanan ringan yang banyak diminati oleh masyarakat Indonesia, dari muda hingga orangtua. Kebab terbuat dari daging sapi, digiling kasar lantas diolah dengan bumbu-bumbu khusus.

Dalam proses pembuatannya, kebab dibuat berdasarkan tiga tahapan proses, yakni pencampuran bumbu, pencetakan, dan pemasakan. Menjelang disajikan, daging kebab  dipotong-potong memanjang, dipanggang pada wajan anti lengket, disajikan dengan tortila, dicampur dengan sayuran dan aneka sauce pilihan, lantas digulung dan dipanggang kembali.

Menurut sejarahnya, makanan kebab berasal dari Turki, tetapi sangat familiar di kawasan Arab dan Eropa. Hal ini karena para pedagang Turki yang memperkenalkan kebab, khususnya di kota Berlin, Jerman sekitar abad 18.

Kini kebab beradaptasi menjadi jenis makanan ringan yang berat,  ke semua wilayah, termasuk ke berbagai Negara Eropa, Amerika, Kanada, Australia, Jepang, Cina, Malaysia, bahkan Indonesia. Kebab juga telah menjadi jenis makanan ringan alternatif yang paling digemari dalam jamuan makanan baik oleh anak-anak maupun orang dewasa.

Di beberapa kota besar di Indonesia, dalam tiga tahun terakhir telah tersebar gerai yang menjual aneka kebab dengan kekhasan masing-masing. Gerai-gerai tersebut biasanya dilengkapi dengan alat pemanggang atau burner yang ukurannya sudah dimodifikasi sesuai gerai, dengan rasa ‘modifikasi’ khas lidah orang Indonesia. Bahkan, bahan serta kualitas juga bervariasi, tergantung lokasi dan harganya. Tidak heran semua orang ingin berbisnis kebab, karena peluang pasarnya memang cukup besar. 

comments powered by Disqus
 


Terbaru
Terpopuler
Terkomentari