Tanggal Hari Ini : 19 Nov 2017 Login - Daftar
 
Profil | Info Usaha | Peluang Usaha | Entrepreneurship | Strategi Usaha | Keuangan | Profil Sukses | Jadwal Seminar
WaralabaInfo ProductBisnis OnlineIde BisnisInformasi Kumpulan Usaha MemberPendaftaran memberForum WirausahaMerchandiseInfo Iklan
 
Bupati Peduli dan Kisah Kebangkitan Batik Kendal
Rabu, 02 Mei 2012 09:35 WIB
Administrator



BERITA TERKAIT

 

Batik Kendal, baru muncul kembali pada 2010 ini. Sehingga banyak masyarakat di Indonesia penggemar batik belum familier akan keberadaannya. Batik Kendal memiliki ciri corak seperti batik pesisir dengan gambar flora dan fauna serta menggunakan simbol utama kendil – diangkat dari cerita rakyat  Joko Kendil, yang mengisahkan  ketabahan hati dan sikap “nrimo” – pasrah, yang akan membuat hidup seseorang menjadi mulia.

Ihwal Batik Kendal, menurut  Bupati Kendal Dr Widya, pertamakali dibuat oleh pengrajin batik asal Kampung Kapulisen, Desa Krajan Kulon, Kec Kaliwungu,  Kab Kendal, pada tahun 1900. Para pelopor pengrajin Batik Kendal  kala  itu  adalah H Sarbini, Safii, dan Suradi. Dalam perjalanannya, industri Batik Kendal satu persatu tutup – berhenti produksi,  sekitar tahun 1954 dan pada 1964. Selang lima dekade, industri  Batik Kendal berhenti produksi, warisan Batik Kendal boleh dibilang hampir punah.

Sebagai penggemar Batik, Dr. Widya, memburu dan menelusuri asal mula Batik Kendal, dan memburu warisan koleksi Batik Kendal dari keluarga para pengrajin awal. Akhirnya  Bupati yang kerap menggunakan kerudung itu berhasil menemui ahli waris  H Sarbini, pada tahun 2002.. Koleksi dan dokumen batik kendal baru ditemukan pada 2004. Lantas, dengan segala upaya Bupati menghidupkan kembali Batik Kendal.“Saya bantu semua peralatan, bahan, serta mendatangkan pengrajin batik. Alhamdulillah industri Batik Kendal bisa bangkit,” ujarnya  sembari bersyukur warisan tradisi Kab Kendal dapat dielamatkan.

Untuk melestarikan Batik Kendal,  Bupati yang juga duta pariwisata Kab Kendal itu  tidak ingin terulang warisan tradisional Kab Kendal ini punah.  Selaku penguasa daerah  ia masukan ketrampilan membatik khas Kendal dalam kurikulum pendidikan di  Kabupaten Kendal. “Dari tingkat  SD sampai SLTA agar lestari,” ujarnya. Sedangkan untuk pencetakan Baik Kendal dengan bahan sutera dan katun masih dibuat  di Pekalongan. 

Untuk sosialisasi Batik Kendal, Pemda Kab Kendal bekerjasama dengan Sanggar Langen Nugroho Budoyo dan Paguyuban Mantan Sinang Sinok Kendal  untuk memperkenalkan ketrampilan membatik di sekolah-sekolah dari SD sampai SLTA. “Menumbuhkan minat generasi muda di Kab Kendal  akan pengetahuan dan ketrampilan membatik khas Kendal,” jelasnya lagi

Tidak sebatas pendidikan formal, tapi juga ibu-ibu dan remaja yang berminat menjadi pengrajin Batik Kendal dilatih ketrampilan membatik. Alhasil, pada 21 April 2011, bertepatan dengan Hari Kartini saya launching Batik Kendal  khas  Kampung Kapulisen, Desa Krajan Kulon, Kec Kaliwungu.

Tidak kalah dengan batik  daerah lain. Saat acara launching, Bupati Dr Widya melukis kain dengan menggunakan canting disajikan Wakil Bupati Kendal, H. Mukh. Mustamsikin, S. Ag, MSi serta pejabat Muspida.  Acara  diramaikan dengan peragaan busana batik khas Kendal.

Kini Batik Kendal tidak hanya dibuat pengrajin Kec Kaliwungu,  sudah berkembang berbagai kluster aneka corak Batik Kendal, misal di Kecamatan Cepiring, Waleri, Surokonto Kulon, Pageruyung, dan Batik Kendal Linggo – warna alam.

Batik Khas Kendal sudah dipromosikan ke mancanegara dalam road show budaya di Benua Amerika dam Ke Kanada, pada September-Oktober lalu. Selain itu tari khas Kendal, Wira Pertiwi dan Opak Abang juga ditampilkan.

Sekarang masyarakat Kabupaten Kendal patut berbangga memiliki Batik Kendal  yang merupakan warisan budaya yang bisa berhasil dilesatarikan dan menjadi salah satu ikon Pegawai Negeri Sipil (PNS) di daerah Kendal. Pemda Kendal mewajibkan PNS mengenakan Batik Kendal motif  Pramesthi (dikasihi) dan  motif  Paramitha (bijaksana). Yang dikenakan setiap hari Jumat. Jika kejayaan batik Kaliwungu kembali hidup, Dr Widya yakin akan membuka banyak lapangan pekerjaan.

 

comments powered by Disqus
 


Terbaru
Terpopuler
Terkomentari