Tanggal Hari Ini : 21 Sep 2017 Login - Daftar
 
Profil | Info Usaha | Peluang Usaha | Entrepreneurship | Strategi Usaha | Keuangan | Profil Sukses | Jadwal Seminar
WaralabaInfo ProductBisnis OnlineIde BisnisInformasi Kumpulan Usaha MemberPendaftaran memberForum WirausahaMerchandiseInfo Iklan
 
Ermina Komala Dara Olah Herbal Dengan Metode Keseimbangan Alam
Rabu, 02 Mei 2012 10:27 WIB
Administrator



BERITA TERKAIT

 Ketika kecil Ermina Komala Dara (EKD),45, mengidap penyakit lemah syaraf. Karena sakit tersebut, wanita kelahiran Palangka Raya, Kalimantan Tengah inipun sering sakit-sakitan.

“Banyak obat yang saya harus minum sehingga membuat saya hafal betul aromanya, tetapi tidak ada reaksi. Karena obat kimia sudah tidak mampu lagi mengobati penyakit saya, akhirnya orang tua saya berinisiatif untuk berobat secara tradisional dengan seorang nenek dari suku Dayak Ngaju Palangkaraya Kalimantan Tengah. Setiap berobat saya diajak keluar rumah untuk mengambil rempah-rempah dan tanaman. Mereka hanya mengambil seperlunya saja kemudian melakukan ritual berdoa sebagai permintaan ijin mohon kesembuhan serta rasa terimakasih terhadap alam.  Saya selalu tanyakan khasiat dari rempah tersebut, dan ternyata penyakit saya dapat disembuhkan,”kenangnya.

 Keseimbangan Alam

Karena rasa ingin tahunya yang besar, setelah sembuh dari sakit, EKD biasa disapa bereksperimen untuk membuat obat-obat dari bahan alam.“Apa yang ada di alam pasti bermanfaat, dari ilmu yang diajarkan oleh masyarakat Dayak tersebut, saya mencoba untuk mengolah rempah dan tumbuhan secukupnya tetapi memiliki manfaat yang besar,”jelas wanita yang aktif di organisasi ini.

Setelah 30 tahun bereksperimen, akhirnya EKD menemukan suatu formula berupa kombinasi senyawa fitokimia atau nutrien yang diturunkan dari sumber tumbuhan, termasuk sayuran dan buah-buahan berguna bagi kesehatan tubuh manusia, menghasilkan enzim-enzim penangkal racun, dan lainnya. Teknologi pengolahan ini ia sebut  sebagai teknologi EKD yang sudah memperoleh pengakuan dan penghargaan ansional. Bahan- bahan yang digunakan semuanya berasal dari daerah Dayak, Kalimantan Tengah seperti tebu merah, jinten, beras merah, akar ilalang dan lain-lain. Proses pengolahan dilakukan menggunakan metode keseimbangan alam.

“Saya sebisa mungkin tidak menggunakan api, tetapi memanfaatkan energi alam seperti panas matahari untuk mengeringkan herbal dan rempah. Pembuatan formula secara fermentasi, respirasi,”paparnya.Tahun 2009, wanita lulusan Magister Ekonomi Pembangunan UGM ini memberanikan diri memperkenalkan formula buatannya ke masyarakat luas dengan nama Bio Aktiva.“Saya melakukan launching produk di daerah Semarang dan Surabaya karena menurut saya daerah ini yang paling tepat untuk memperkenalkan Biao Activia. Agar pasar tertarik, formula dikemas secara modern dengan desain menarik,”imbuhnya.

Sistem pemasaran yang dilakukan ibu dua putra ini tergolong unik, yakni memanfaatkan stasiun radio.“Saya bekerjasama dengan stasiun-stasiun radio untuk menjelaskan manfaat Bio Activia,”terang wanita yang memiliki hobi traveling ini. Harga yang ditawarkan Rp75 ribu perbotol seberat 15 ml.“Penggunaannya tidak banyak, hanya dua hingga sepuluh tetes di campur dengan air ukuran satu gelas, dua kali sehari. Bio Activia juga dapat digunakan langsung sebagai obat luar. Bila ada luka di kulit langsung oleskan Bio Activia sebanyak dua tetes maka luka akan segera sembuh,”terangnya.

EKD yang juga masih aktif sebagai staf Dinas Pertanian Dan Peternakan Provinsi Kalimantan Tengah ini memastikan Bio Activia dapat dikonsumsi semua umur karena bersifat natural dan mengandung senyawa kimia alami dari tanaman herbal dan rempah-rempah.“Hal ini sudah dibuktikan melalui pengujian teknologi di berbagai labolatorium perguruan tinggi di Indonesia dimana hasilnya dinyatakan bebas toksin, aman bagi tubuh dan bebas enterobakteri yang merugikan tubuh,”ungkap EKD memastikan.

Melalui strategi tersebut meski tergolong produk baru, agen Bio Activa sudah ada hampir di seluruh kota besar di Indonesia. Sejak pertama dipasarkan hingga sekarang  Bio Aktiva sudah terjual sebanyak 18 ribu botol. Kapasitas produksi mencapai 60 ribu botol setiap bulan.”Bahan yang saya gunakan tidak banyak, 150 liter Bio Activa hanya menghabiskan 3 kg bahan baku,”jelasnya.Ke depan wanita aktif ini berencana untuk melakukan inovasi produk, dengan membuat  formula yang bermanfaat bagi tubuh dengan bahan 100 persen herbal.

 

comments powered by Disqus
 


Terbaru
Terpopuler
Terkomentari