Tanggal Hari Ini : 17 Sep 2014 Login - Daftar
 
Profil | Info Usaha | Peluang Usaha | Entrepreneurship | Strategi Usaha | Keuangan | Profil Sukses | Jadwal Seminar
WaralabaInfo ProductBisnis OnlineIde BisnisInformasi Kumpulan Usaha MemberPendaftaran memberForum WirausahaMerchandiseInfo Iklan
 
Hermin Sri Rejeki Pemberdayaan Usaha Rumahan
Kamis, 03 Mei 2012 11:14 WIB
Administrator



BERITA TERKAIT

Sebuah usaha jika diorganisasikan dengan baik memiliki peluang tumbuh dan berkembang lebih baik. Hermin Sri Rejeki (45), mantan karyawan dari sebuah perusahaan ekspor impor di Bali ini sejak tahun 2001 fokus mengembangkan usaha rumahan milik sendiri, dengan menjadi suplier aneka camilan tradisional. Produk camilan tradisional tersebut antara lain kripik singkong, kripik sukun, kripik tempe, kripik pisang, kripik ketele ungu, kripik umbi cilembu, kacang kapri dan aneka camilan lainnya.

Produk-produk tersebut awalnya dibuat dan diproduksi sendiri oleh Hermin, namun ia kemudian fokus mengembangkan usaha dengan hanya menjadi pengepul/suplier dari produk yang dihasilkan beberapa pengrajin camilan di daerah sekitarnya, kemudian mempacking produk-produk tersebut dengan baik, dan mendistribusikan ke berbagai supermarket di Bali dan Lombok. Para pengrajin sebelumnya ada yang pernah bekerja padanya, namun ada juga para tetangga atau kenalan yang berminat membuat usaha rumahan dengan memproduksi aneka camilan sesuai yang diinginkan.

Usaha suplier aneka camilan, CV Arya Paramita, yang didirikan Hermin, yang berada di Kawasan Perum Permata Dua, Bualu, Nusa Dua, Bali semula hanyalah usaha rumahan yang hanya mensuplay beberapa toko makanan ringan, namun ternyata permintaan aneka makanan ringan di Bali sangat besar, sehingga kini usahanya telah melibatkan lebih dari 10 mitra yang mensuplay aneka camilan.

Banyaknya permintaan terlihat dari terus meningkatnya omzet usaha camilan yang dikelolanya dari tahun ke tahun. Kini, Hermin bahkan telah mendistribusikan produk camilan ke 65 supermarket se Bali dan Lombok dengan rata-rata omzet mencapai Rp50juta hingga Rp100juta per bulan.

 

Lebih Fokus dan Efisien

Konsep bisnis yang dikembangkan Hermin, mengacu kepada sistem bisnis yang fokus terhadap kualitas produk, dan efisien dalam pengelolaan usaha. Dengan adanya mitra-mitra yang memproduksi secara khusus produk-produk yang dihasilkan, maka penggunaan bahan baku, dan kualitas produk dapat terkontrol lebih baik. Para pengrajin juga lebih fokus dengan kegiatan produksi yang dihasilkan, dan tidak bercampur dengan kegiatan lain yng menyita waktunya. 

Menurut Hermin, untuk menstandarisasi mutu produk yang dihasilkan oleh masing-masing pengrajin ia melakukan pelatihan secara rutin, serta memberlakukan kontrol mutu bagi produk yang dihasilkan. Beberapa pelatihan yang dilakukan antara lain, pemilihan bahan baku yang berkualitas, pengupasan, kebersihan bahan, pemberian bumbu-bumbu, serta pelaksanaan penggorengan,  dan pengepakan, semua dilakukan berdasarkan standar yang telah dibakukan. Dan yang lebih penting, par pengrajin juga diajak berdiskusi mengenai semua peluang dan tantangan yang dihadapi dalam bisnis camilan.

“Kami semua memiliki kepedulian untuk menjaga kualitas produk, agar produk kami disukai oleh pelanggan. Jika produk kami disukai masyarakat, usaha kami jalan, dan kegiatan produksi yang dilakukan mitra juga dapat berlangsung dengan baik,” ujar Hermin.Salah satu kelebihan cara pengelolaan bisnis ini, menurut Hermin, ia dapat lebih fokus mengembangkan promosi dan pemasaran.“Pengrajin fokus terhadap produksi, sedangkan kami fokus mengembangkan pasar dan mengelola keuangannya,”ujarnya.

Seperti diketahui, banyak pengrajin kecil, usaha rumahan, seperti produsen camilan ini memiliki posisi tawar yang lemah jika berhadapan dengan pemilik supermarket, mulai dari sistem pembayaran yang cukup lama, hingga administrasi keuangan yang rumit. “Mereka kan pusing kalau disuruh mengurusi faktur penjualan, tagihan, dll. Dengan cara ini kami mampu mendistribusikan produk dengan baik, dan perputaran uang juga lebih cepat sehingga usaha juga dapat berkembang,” cetusnya.

Untuk mengembangkan usaha suplier aneka camilan ini, Hermin memperoleh kredit mikro sebesar Rp20juta dari Bank BRI Cabang Kuta, Bali. Diakuinya, kredit BRI itulah yang membuat usahanya tumbuh seperti yang diharapkan, diantaranya digunakan untuk menambah pengadaan armada distribusi dan pengiriman produk-produk ke seantero supermarket di Bali.

Jika berminat menjadi reseller aneka camilan Bali silakan kontak melalui telepon 0361-776728, 0361-68123958606.

comments powered by Disqus
 


Terbaru
Terpopuler
Terkomentari