Tanggal Hari Ini : 22 Apr 2018 Login - Daftar
 
Profil | Info Usaha | Peluang Usaha | Entrepreneurship | Strategi Usaha | Keuangan | Profil Sukses | Jadwal Seminar
WaralabaInfo ProductBisnis OnlineIde BisnisInformasi Kumpulan Usaha MemberPendaftaran memberForum WirausahaMerchandiseInfo Iklan
 
Yusitha Karina Tanopo Bisnis Camilan yang Tetap Renyah
Kamis, 03 Mei 2012 16:53 WIB
Administrator



BERITA TERKAIT

Yusitha Karina Tanopo (20) adalah salah satu anak muda yang bangga meneruskan usaha camilan tradisional milik kedua orangtuanya.  Tidak banyak generasi muda yang bangga dan mau meneruskan usaha pembuatan camilan tradisional.

Anak kedua pasangan Endang Sriwati dan Heri Subroto asal kota Malang ini senang meneruskan bisnis camilan ‘Kencana Mas’ yang memproduksi aneka jajanan tradisional, antara lain pluntir, kue stik rasa bawang, krupuk bawang, dan lain-lain.  Jajanan tradisional ini sebenarnya sudah sangat dikenal oleh masyarakat di Jawa Timur, khususnya di kota Malang dan sekitarnya.  

Menurut mahasiswa jurusan kulinary di sebuah universitas di Surabaya ini, bisnis camilan memiliki prospek yang cerah, pengelolaannya mudah, modal yang digunakan tidak terlalu besar, dan produk-produk yang dihasilkan mempunyai pangsa pasar yang besar.

“Camilan tradisional seperti pluntir dan kue stik bawang, adalah salah satu camilan yang banyak disukai oleh masyarakat, dari segala usia,” ujarnya.

Menurut Yusitha, camilan tradisional yang diproduksi ‘Kencana Mas’ sebagian besar terbuat dari campuran tepung terigu, gula, serta mentega ini memiliki rasa dan bentuk yang khas.  Jenis kue tradisional tersebut bentuknya memang sederhana, kue pluntir misalnya, merupakan kue dari bahan terigu, telor, mentega dan gula yang dibentuk memanjang seukuran 3-5 cm dan dipilin menyerupai bentuk tali yang dipluntir (dipilin). Masyarakat di Jawa Timur menamakan kue pluntir karena bentuknya seperti tali yang dipluntir (dipilin). Sedangkan kue stik bawang bahkan lebih sederhana, karena camilan ini berbentuk potongan-potongan memanjang ukuran 4-7cm, berwarna kuning kecoklatan. Harga produk-produk tersebut relatif murah, rata-rata Rp10ribu per bungkus.

Saat ini, Camilan ‘Kencana Mas’ yang beralamat di Jalan Gadang Gang IV No23, Malang, Jawa Timur ini mampu memproduksi aneka camilan sebanyak 400 kg per hari yang didistribusikan ke berbagai sentra penjualan camilan ke berbagai kota di Jawa Timur, antara lain ke Mojokerto, Blitar, Kediri, bahkan ke Surabaya.

 

Dukungan Bank BRI

Salah satu ketertarikan Yusitha meneruskan bisnis camilan tradisional yang telah dirintis oleh kedua orangtuanya ini adalah produk camilan yang dibuat tersebut unik dan enak. Karena unik dan memiliki rasa yang enak, maka meski saat ini banyak sekali beredar produk-produk camilan, bahkan dengan kemasan yang lebih baik, namun ia yakin produknya tetap diminati oleh pelanggan, terbukti permintaan camilan tradisional seperti pluntir, kue stik bawang di berbagai daerah masih sangat besar, dan terus meningkat jumlahnya.

Untuk meningkatkan produksi dan mengembangkan usaha lebih besar, kedua orangtua Yusitha mengajukan kredit ke Bank BRI Cabang Marthadinata, Malang. Kepada Bank BRI ia berharap dapat untuk mengembangkan usaha ‘Kencana Mas’ lebih besar, juga berharap usaha camilan tradisional dapat berkembang lebih baik sehingga mampu bersaing dengan produk-produk camilan yang ada.

“Kami yakin dukungan Bank BRI akan membuat keluarga kami dapat berkembang lebih besar, lebih sukses lagi,” ujar Yusitha yang dipercaya sebagai manajer di usaha keluarga ini.

Yusitha senang dan gembira ketika diberitahu oleh staf Bank BRI Cabang Marthadinata, Malang,  bahwa perusahaannya diajak mengikuti sebuah pameran aneka produk di Jakarta. Di acara tersebut ia dapat mempromosikan produk-produk camilan tradisional asal Malang, dan tidak disangka peminatnya sangat besar.

“Kami sangat berterima kasih dengan dukungan Bank BRI sehingga kami dapat tumbuh dan berkembang lebih baik,”cetusnya.

 

comments powered by Disqus
 


Terbaru
Terpopuler
Terkomentari