Tanggal Hari Ini : 21 Sep 2017 Login - Daftar
 
Profil | Info Usaha | Peluang Usaha | Entrepreneurship | Strategi Usaha | Keuangan | Profil Sukses | Jadwal Seminar
WaralabaInfo ProductBisnis OnlineIde BisnisInformasi Kumpulan Usaha MemberPendaftaran memberForum WirausahaMerchandiseInfo Iklan
 
Jenang Mubarokfood Dari Kudus, Menjelajah Dunia
Senin, 06 Agustus 2012 12:33 WIB
Administrator



BERITA TERKAIT

Hari raya idul fitri tidak afdol jika tidak ada jenang di rumah, terutama Jenang Kudus yang sudah sangat mashur. Jenang dari Kudus kini bukan hanya dikenal oleh masyarakat di Pesisir Utara Jawa, tetapi sudah melanglang buana dan go internasional.

CV. Mubarokfood Cipta Delicia yang kini dikenal sebagai produsen makanan tradisional jenang Kudus telah melewati beberapa titian sejarah yang teramat panjang. Bukti perjuangan dan buah dari kegigihan, serta keuletannya dapat dilihat dari sejarah panjang yang menyertainya.

 Adalah Hj. Alawiyah, generasi pertama yang membuat jenang secara komersial. Sebelumnya jenang adalah jenis makanan tradisional yang masih belum banyak diperdagangkan oleh masyarakat. Hj Alawiyah berjualan jenang hasil buatannya di Pasar Kudus, area yang sekarang dikenal sebagai tempat parkir para peziarah makam Sunan Kudus di Masjid Menara “Al-Aqsho”.

Ketika  Hj. Alawiyah meninggal dunia, usaha membuat jenang dilanjutkan oleh putranya yang bernama H. Achmad Shochib. Di tangan H Achmad, usaha produksi jenang mengalami perkembangan yang cukup pesat. Melihat produk jenang berkembang secra komersial, cukup banyak masyarakat Kudus yang membuat produk serupa. Untuk membedakan produk jenang H Achmad dengan produk masyarakat lainnya, ia meluncurkan merek jenang dengan  Mubarok, Mabrur, dan Viva.

Pada tahun 1992, H. Achmad, menyerahkan estafet usahanya kepada putranya H. Muhammad Hilmy, SE,  seorang lulusan fakultas Ekonomi UII Yogyakarta dan juga alumni Pondok Modern Gontor Ponorogo.   H. Muhammad Hilmy, SE inilah yang kemudian mendirikan perusahaan CV. Mubarokfood Cipta Delicia (MCD) dan mengembangkan visi agar jenang dapat dikenal di seluruh dunia.

 

Manajemen Modern

Mubarokfood Cipta Delicia di bawah kepemimpinan H. Muhammad Hilmy, SE yang merupakan Generasi Ketiga produsen jenang Kudus, mulai menerapkan berbagai sistem manajemen modern sebagaimana layaknya perusahaan – perusahaan besar lainnya.

Sebagai Generasi Ketiga, Hilmy, mempunyai cita-cita makanan tradisional, khususnya jenang Kudus, dapat menjadi icon makanan khas daerah, dan dapat menjadi branding Kota Kudus selain Kudus yang dikenal sebagai Kota Kretek.

Mubarokfood juga telah memperoleh Sertifikat Sistem Manajemen Mutu Internasional ISO 9001 : 2000 dan Sertifikat Halal dari LPPOM MUI. Mubarokfood juga selalu rajin mengikuti pameran – pameran baik di dalam maupun luar negeri (Jepang, Abu Dhabi, Malaysia, Singapura, Jeddah, Filipina, dll).

Pada saat generasi pertama, proses pengolahan / produksi jenang masih dilakukan dengan cara manual dan sederhana, usaha yang dijalankannya pun hanya merupakan usaha “ home industry “ atau ” usaha rumahan”, yang mana pada waktu itu tenaga kerja yang terlibat masih bersifat kerabat, saudara dekat maupun tetangga sekitar. Namun pada generasi kedua soal merek sudah dianggap sebagai sesuatu hal yang penting, dan dilanjutkan dengan penataan sumberdaya manusia yang inivatif untuk menghasilkan produk yang bermutu.

Inovasi tersebut dilakukan dengan melakukan modifikasi komposisi bahan baku dan sistem pengemasannya. Di tahun 1975 dikeluarkanlah jenang hasil inovasi dan modifikasi tersebut dengan merek “Sinar Tiga Tiga Aroma Coklat” dan “Sinar Tiga Tiga Aroma Melon”. Jenang ini dikemas dalam kardus yang berwrna warni dengan diisi beberapa butir jenang yang diiris kecil – kecil seberat 20 gram. Generasi kedua ini pulalah yang melakukan diversifikasi merek, yaitu pada tahun 1978 sampai dengan tahun 1980 diluncurkannya produk dengan merek baru, Viva dengan aroma Durian, Mabrur dengan aroma Nangka dan Mubarok dengan aroma Mocca.

Generasi ketiga,  pengembangan produk terus dilakukan antara lain dengan inovasi dalam rasa dan kemasan,  dan mulai pada generasi ketiga ini pulalah  dikembangkan cara mengolah jenang dengan menggunakan mesin / alat, hal ini dilakukan pengujian dan percobaan – percobaan untuk alat / mesin pengolahan jenang.

Pembenahan dan peningkatan sarana produksi yang sejalan dengan modernisasi dilakukan pada tahun 1996 berupa mekanisasi pembuatan tepung beras ketan, pembuatan santan kelapa serta cara pengadukan (mixing) adonan jenang. Untuk uji mutu baik bahan baku maupun produk, pada tahun 2000 telah dibangun sebuah Laboratorium Kimia dan Fisika. Laboratorium ini berfungsi pula sebagai sarana pendukung program penelitian dan pengembangan produk.

Langkah pembangunan Laboratorium ini merupakan langkah “maju” untuk ukuran perusahaan skala menengah kecil (UKM). Sebagai perusahaan yang bergerak di bidang industri makanan, kepuasan konsumen merupakan hal penting. n

 

 

 

comments powered by Disqus
 


Terbaru
Terpopuler
Terkomentari