Tanggal Hari Ini : 21 Sep 2017 Login - Daftar
 
Profil | Info Usaha | Peluang Usaha | Entrepreneurship | Strategi Usaha | Keuangan | Profil Sukses | Jadwal Seminar
WaralabaInfo ProductBisnis OnlineIde BisnisInformasi Kumpulan Usaha MemberPendaftaran memberForum WirausahaMerchandiseInfo Iklan
 
Dari Rebung Hingga Kerupuk Daun Bambu
Rabu, 08 April 2015 07:28 WIB
Administrator



BERITA TERKAIT

Tanaman bambu ternyata banyak faedahnya. Selain batang bambu yang dapat digunakan untuk berbagai bahan bangunan dan peralatan rumah serta furniture, ternyata tunas bambu atau biasa disebut rebung sudah lama dikenal masyarakat kita sebagai bahan makanan yang mengandung gizi tinggi.

Berbagai makanan tradisional yang mengandung rebung bambu yang kita kenal antara lain Lumpia makanan khas dari Semarang. Namun sebagian masyarakat juga sering menjadikan rebung sebagai sayuran pelengkap makan yang nikmat.

Berdasarkan studi literature, rebung ternyata  kaya serat dan mengandung kalium yang bermanfaat untuk menekan kolesterol jahat dalam darah. Sebuah studi mengungkapkan bahwa  serat pangan yang terdapat dalam rebung merupakan senyawa berbentuk karbohidrat kompleks yang berfungsi sebagai anti aterosklerosis (penyumbatan pembuluh darah). Bagi usia diatas 45 tahun sebaiknya banyak mengkonsumsi makanan yang mengandung serta pangan diantaranya adalah rebung.

Kandungan zat gizi dalam reung adalah protein, karbohidrat, lemak,  vitamin A, thiamin, riboflavin, vitamin C, serta mineral lain seperti kalsium, fosfor, besi, dan kalium. Kandungan kalium dalam rebung cukup tinggi, yaitu 533 mg per 100 gram rebung.

Di berbagai daerah masyarakat mengolah rebung menjadi sayur lodeh, dengan mencampurkan tempe dan tahu,  serta berbagai sayuran pelengkap lainnya,  seperti nangka muda, labu putih, labu siam, dan sebagainya. 

 

Daun Untuk Kesuburan Tanah

Selain rebung, daun bambu ternyata juga banyak faedahnya bagi pertanian. Daun bambu mengandung banyak unsur P dan K. Kedua unsur ini sangat berguna bagi perbaikan struktur tanah dan bagi pertumbuhan tanaman. 

Bagi petani yang akan menggunakan daun bambu, baik yang sudah kering maupun yang masih basah, dapat menggunakan daun bambu sebagai pupuk organic dengan cara mencampurkan daun bambu kering ke dalam sawah,  kemudian tanah sawah diolah agar daun bambu terkubur atau terbenam dalam tanah. Setelah bereaksi dengan tanah, daun bambu akan melepaskan unsure Pospor dan Kalium, yang berfungsi untuk menyuburkan lahan sawah bagi pertanian.

Dari Rebung  Hingga Kerupuk Daun  Bambu, Bisnis Online, Entrepreneurship, Ide Bisnis, Info Product, Info Usaha, Keuangan, Peluangan Usaha, Profile Sukses, Waralaba

Kerupuk dari Daun Muda

Daun bambu yang masih hijau dan relative masih muda ternyata juga dapat digunakan sebagai kerupuk. Sekelompok  mahasiswa UNY Yogyakarta, tahun 2012 lalu telah membuat produk boga berupa kerupuk dari bahan daun bambu.

Para mahasiswa UNY tersebut melihat daun bambu, khususnya dari spesies khusus, yang memiliki tekstur lembut dan tidak berbulu,  mengandung banyak zat aktif, yakni flavonoid, polisakarida, klorofil, asam amino, vitamin, mikroelemen, yang sangat  baik untuk menurunkan lemak darah dan kolesterol. Daun bambu juga bisa digunakan sebagai zat untuk menurunkan oksidasi antioksidan atau radikal bebas, sebagai bahan antipenuaan, serta mampu menjaga stamina dan mencegah penyakit kardiovaskular.

Cara mengolah daun bambu menjadi kerupuk yaitu : siapkan tepung tapioka 500 gr, tepung terigu 100 gr, garam 25 gr, gula pasir 35 gr, bawang putih 35 gr, kapur sirih 1 sendok makan dan 350 ml air. Siapkan juga daun bambu yang masih lembut dan masih muda dan berwana hijau. Sebelum diolah, daun bambu harus dibersihkan dengan cara direbus, kemudian dihancurkan/dihaluskan menggunakan blender dengan sedikit campuran air. Setelah itu campurkan tepung tapioka, tepung terigu, bawang putih yang sudah dihaluskan, garam dan gula kemudian diaduk dengan cairan daun bambu yang sudah diblender dan tambahkan air secukupnya hingga menjadi adonan yang  kalis dan tidak lengket di tangan.

Selanjutnya, adonan dicetak secara merata pada besek lalu dikukus sampai benar-benar matang hingga warna adonan menjadi hijau bening. Adonan yang sudah matang, kemudian dianginkan kurang lebih 12 jam. Setelah mengeras dipotong tipis-tipis dengan ketebalan kurang lebih 2 cm dan dikeringan di bawah sinar matahari. Jika kerupuk mudah patah berarti sudah kering dan siap digoreng. Jadilah, camilan yang enak dan menyehatkan.

comments powered by Disqus
 


Terbaru
Terpopuler
Terkomentari